Minggu, 18 Oktober 2015

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (BAB 7 - PENGEMBANGAN SISTEM)

Nama : Nurmalia Safitri
NPM  : 46213694
Kelas  : 3DA01
Sistem Informasi Manajemen #


BAB 7
PENGEMBANGAN SISTEM


A.    Pendekatan Sistem
Dalam sebuah buku tahun 1910 seorang filosofi di Columbia University, John Dewey mengidentifikasikan 3 rangkaian pertimbangan yang terlibat dalam pemecahan sebuah kontroversi secara memadai:
1.      Menganali kontroversi.
2.      Mempertimbangkan klaim-klaim alternatif.
3.      Membentuk satu pertimbangan.
Ilmuwan manajemen dan spesialis informasi mencari cara-cara yang efisien dan efektif untuk memecahkan masalah, dan kerangka kerja yang direkomendasikan menjadi apa yang dikenal sebagai Pendekatan Sistem, yaitu serangkaian langkah-langkah pemecahan masalah yang memastikan bahwa suatu masalah telah dipahami, solusi-solusi alternatif telah dipertimbangkan, dan bahwa solusi yang pilih berhasil.

Urutan Langkah:
1.      Upaya Persiapan
a.       Langkah 1 – Melihat Perusahaan sebagai Suatu Sistem
Dapat terlaksana dengan menggunakan model sistem umum sebagai pola.
b.      Langkah 2 – Mengenal Sistem Lingkungan
Ada 8 unsur lingkungan dapat memberikan suatu cara yang efektif dalam memosisikan perusahaan sebagai seuatu sistem dalam lingkungannya.
c.       Langkah 3 – Mengidentifikasi Subsistem Perusahaan
Bentuk termudah yang dapat dilihat manajer adalah area-area bisnis. Manajer juga dapat melihat tingkat-tingkat manajemen sebagai subsistem.
Manajer dapat menggunakan arus sumber daya sebagai dasar untuk membagi perusahaan menjadi subsistem-subsistem.
2.      Upaya Definisi
Dipicu oleh suatu pemicu masalah (problem trigger) – suatu sinyal yang menandakan bahwa keadaan berjalan baik atau lebih buruk dari yang telah direncanakan. Gejala (symptom) adalah suatu kondisi yang ditimbulkan oleh masalah dan biasanya lebih jelas daripada akar masalah tersebut.
Masalah adalah suatu kondisi atau kejadian yang merugikan atau berpotensi merugikan atau menguntungkan atau berpotensi menguntungkan bagi perusahaan. Pernyataan ini mengakui bahwa manajer akan bereaksi atas keadaan yang berjalan lebih baik dari yang diharapkan, begitu pula sebaliknya.
a.       Langkah 4 – Melanjutkan dari Tingkat Sistem ke Tingkat Subsistem
Tujuan dari analisis dari atas ke bawah ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat sistem di mana terdapat penyebab terjadinya masalah.
b.      Langkah 5 – Menganalisis Bagian-Bagian Sistem dalam Urut-Urutan Tertentu
Unsur-Unsur sistem juga harus dianalisis secara berurutan:
1)      Unsur 1 – Mengevaluasi Standar
Biasanya dinyatakan dalam bentuk rencana, anggaran dan kuota.
2)      Unsur 2 – Membandingkan Output Sistem dengan Standar
Jika sistem memenuhi standar, tidak perlu meneruskan dengan pendekatan sistem atas pemecahan masalah pada tingkat sistem tertentu ini.
3)      Unsur 3 – Mengevaluasi Manajemen
Diberikan satu penilaian kritis atas manajemen dan struktur organisasi sistem.
4)      Unsur 4 – Mengevaluasi Prosesor Informasi
Ada kemungkinan tim manajemen yang baik, namun tim tersebut tidak mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
5)      Unsur 5 – Mengevaluasi Input dan Sumber Daya Input
Ketika analisis ditingkat ini tercapai, sistem konseptual tidak lagi menjadi masalah, dan masalah terdapat pada sistem fisik. Maka analisis akan dilakukan oleh sumber daya fisik di dalam unsur input dari sistem maupun sumber daya yang mengalir dari lingkungan melalui unsur tersebut.
3.      Upaya Solusi
a.       Langkah 6 – Mengidentifikasikan Solusi-Solusi Alternatif
Manajer mengidentifikasi cara-cara yang berbeda untuk memecahkan masalah yang sama.
b.      Langkah 7 – Mengevaluasi Solusi-Solusi Alternatif
Semua alternative harus dievaluasi dengan kriteria evaluasi yang sama, yang mengukur seberapa baik satu alternatif  akan memecahkan masalah.
c.       Langkah 8 -  Memilih Solusi yang Terbaik
Menurut Henry Mintzberg ada 3 cara yang dilakukan manajer dalam memilih alternatif yang terbaik:
1)      Analisis, Evaluasi sistematis yang mempertimbangkan konsekuensinya pada sasaran organisasi.
2)      Pertimbangan, Proses mental seorang manajer.
3)      Tawar-Menawar, negosiasi di antara beberapa manajer.
d.      Langkah 9 – Mengimplementasikan Solusi
Solusi perlu diimplementasikan, karena masalah tidak akan terpecahkan hanya dengan memilih solusi terbaik.
e.       Langkah 10 – Menindaklanjuti untuk Memastikan Kefektifan Solusi
Ketika solusi tidak mampu mencapai harapan, maka perlu melaksanakan kembali langkah-langkah pemecahan masalah.

B.     Siklus Hidup Pengembangan Sistem
Pendekatan sistem adalah sebuah Metodologi, yaitu cara yang direkomendasikan dalam melakukan sesuatu. Siklus hidup pengembangan sistem (systems development life cycle – SDLC) adalah aplikasi dari pendekatan sistem bagi pengembangan suatu sistem informasi.

C.    SDLC Tradisional
Tahapan-tahapan:
·         Perencanaan
·         Analisis
·         Desain
·         Implementasi
·         Penggunaan
Pekerjaan-pekerjaan diatas mengikuti pola yang teratur dan dilaksanakan dengan cara dari atas ke bawah, SDLC tradisional sering kali disebut pendekatan air terjun (waterfall approach).

D.    Prototyping
Dalam penerapannya pada pengembangan sistem, prototipe adalah satu versi dari sebuah sistem potensial yang memberikan ide bagi para pengembang dan calon pengguna, bagaimana sistem akan berfungsi dalam bentuk yang telah selesai dan prosesnya di sebut prototyping.
Jenis-Jenis Prototipe:
a.       Prototipe Evolusioner (Evolutionary Prototype)
Terus menerus disempurnakan sampai memiliki seluruh fungsionalitas yang dibutuhkan pengguna dari sistem yang baru.
Empat langkah pembuatan:
1)      Mengidentifikasi kebutuhan pengguna
2)      Membuat satu prototipe
Memakai satu alat atau lebih untuk membuatnya, contoh:
·         Generator aplikasi terintegrasi : Sistem perangkat lunak siap pakai yang mampu membuat seluruh fitur.
·         Toolkit prototyping : sistem-sistem perangkat lunak terpisah, seperti spreadsheet elektronik atau sistem manajemen basis data yang mampu membuat sebagian dari fitur sistem.
3)      Menentukan apakah prototipe dapat diterima
4)      Menggunakan prototipe
Digunakan menjadi sistem produksi.
b.      Prototipe Persyaratan (requirement prototype)
Sebagai satu cara untuk mendefinisikan persyaratan-persyaratan fungsional dari sistem baru ketika pengguna tidak mampu mengungkapkan dengan jelas apa yang mereka inginkan.
Langkah pembuatan,  Tiga langkah pertama sama dengan langkah dalam membuat prototipe evolusioner, langkah selanjutnya:
4)      Membuat kode sistem baru
5)      Menguji sistem baru
6)      Menetapkan apakah sistem yang baru dapat diterima
7)      Membuat sistem baru menjadi sistem produksi.
Daya Tarik Prototyping
Alasan-alasan:
a.       Membaiknya komunikasi antara pengembang dan pengguna.
b.      Pengembang dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menentukan kebutuhan pengguna.
c.       Pengguna memainkan peranan yang lebih aktif dalam pengembangan sistem.
d.      Pengembang dan pengguna menghabiskan waktu dan usaha yang lebih sedikit dalam mengembangkan sistem.
e.       Implementasi menjadi jauh lebih mudah karena pengguna tahu apa yang diharapkannya.
Potensi Kesulitan dari Prototyping
Antara lain:
a.       Terburu-buru dalam menyerahkan prototipe dapat menyebabkan diambilnya jalan pintas “cepat dan kotor” dalam definisi masalah, evaluasi alternatif dan dokumentasi.
b.      Pengguna dapat terlalu bergembira dengan prototipe yang diberikan.
c.       Prototipe evolusioner bias jadi tidak terlalu efisien.
d.      Antarmuka komputer-manusia yang diberikan oleh beberapa alat prototyping tertentu kemungkinan tidak mencerminkan teknik-teknik desain yang baik.

E.     Pengembangan Aplikasi Cepat
Istilah RAD (Rapid Application Development) atau Pengembangan Aplikasi Cepat diperkenalkan oleh konsultan komputer dan penulis James Martin. RAD adalah kumpulan strategi, metodologi, dan alat terintegrasi yang ada dalam suatu kerangka kerja yang disebut rekayasa informasi. Rekayasa Informasi (information engineering – IE) adalah nama yang diberikan Martin kepada keseluruhan pendekatan pengembangan sistemnya.
Unsur-Unsur Penting RAD: Manajemen, Manusia, Metodologi dan Alat.

F.     Pengembangan Berfase
Adalah suatu pendekatan bagi pengembangan sistem informasi yang terdiri atas enam tahap, yaitu:
1.      Investigasi Awal, bertujuan untuk mempelajari organisasi dengan masalah sistemnya.
2.      Analisis.
3.      Desain.
4.      Konstruksi Awal, membuat dan menguji perangkat lunak dan data untuk setiap modal sistem dan mendapatkan umpan balik dari pengguna.
5.      Konstruksi Akhir, perangkat lunak dintegrasikan untuk membuat sistem yang lengkap, yang diuji bersama dengan datanya.
6.      Pengujian dan Pemasangan Sistem.
Fase-Fase Modul
Metodologi RAD paling sesuai untuk sistem besar, maka pengembangan berfase dapat digunakan untuk pengembangan segala jenis ukuran sistem. Kuncinya adalah cara bagaimana sistem dibagi menjadi modul-modul yang masing-masing akan dianalisis, dirancang dan akan dibuat secara terpisah.

G.    Desain Ulang Proses Bisnis (Business Process Redesign – BPR)
Adalah proses pengerjaan ulang sistem atau disebut juga rekayasa ulang (reengineering).
Inisiasi Strategis Proyek-Proyek BPR
BPR memiliki potensi pengaruh dramatis pada perusahaan dan operasinya hingga proyek-proyek seperti ini biasanya dicetuskan di tingkat manajemen strategis.
Rekayasa Terbalik
Adalah proses menganalisis sistem yang sudah ada untuk mengidentifikasi unsur-unsur dan saling keterhubungan di antara unsur-unsur tersebut sekaligus untuk membuat dokumentasi pada tingkat abstraksi yang lebih tinggi dari pada yang telah ada saat ini. Rekayasa terbalik ini tidak mengubah fungsionalitas dari sebuah sistem-pekerjaan yang dilakukannya, dan tujuan sebenarnya adalah untuk dapat lebih memahami sebuah sistem agar dapat melakukan perubahan dengan cara lain, seperti rekayasa ulang.
Rekayasa Ulang
Adalah merancang ulang sebuah sistem seluruhnya dengan tujuan mengubah fungsionalitasnya.
Pemilihan Komponen-Komponen BPR
Mutu fungsionalitas adalah ukuran dari apa yang dikerjakan oleh sistem, sedangkan Mutu teknis adalah ukuran dari seberapa baik sistem terseut melaksanakannya.

H.    Menempatkan SDLC Tradisional, Prototyping, RAD, Pengembangan Berfase dan BPR dalam Perspektif
Semuanya adalah metodologi, cara-cara yang direkomendasikan dalam mengembangkan sistem informasi.

I.       Alat-Alat Pengembangan Sistem
Pendekatan sistem dan berbagai siklus hidup pengembangan sistem adalah metodologi – cara-cara yang direkomendasikan dalam memecahkan masalah-masalah sistem. Metodologi memandu para pengembang sistem ketika mereka membuat sistem.
Pendekatan yang Dipicu oleh Data dan Dipicu oleh Proses
Tahun-tahun awal pengembangan, hamper seluruh perhatian diberikan ke proses-proses yang akan dikerjakan oleh komputer, tetapi munculnya basis data tahun1970-an menarik perhatian akan pentingnya desain data.

J.      Pemodelan Proses
Pertama kali dilakukan dengan diagram alur (flowchart), namun popularitasnya berumur pendek. Tahun 1980-an, saat diagram arus data dengan 4 simbolnya muncul dan menjadikan minat akan penerapannya muncul seketika pula.
Diagram Arus Data
Diagram Arus Data (data flow diagram – DFD) adalah penyajian grafis dari sebuah sistem yang mempergunakan 4 simbol untuk mengilustrasikan bagaimana data mengalir melalui proses-proses yang saling terhubung.
Simbol tersebut mencerminkan:
1.      Unsur-Unsur Lingkungan
Berada diluar batas sistem. Istilah terminator untuk menyatakan unsur-unsur lingkungan, dapat berupa Orang (seorang manajer), Organisasi (departemen lain), Sistem lain yang memili antarmuka dengan sistem.
2.      Proses
Adalah suatu yang mengubah input menjadi output.
3.      Arus Data
Terdiri atas sekumpulan unsur-unsur data yang berhubungan secara logis yang bergerak dari satu titik atau proses ke titik atau proses yang lain.
4.      Penyimpanan Data
Kasus Penggunaan
Adalah uraian naratif dalam bentuk kerangka dari dialog yang terjadi antara sistem primer (program komputer) dengan sistem sekunder (orang yang berinteraksi dengan komputer).
Kapan Menggunakan Diagram Arus Data dan Kasus Penggunaan
Sering kali dibuat selama tahap-tahap investigasi awal dan analisis dari metodologi pengembangan berfase.

K.    Manajemen Proyek
Ketika tujuan dari dibentuknya sebuah komite adalah untuk memberikan panduan, arah dan kendali secara terus-menerus, maka disebut sebagai steering committee (komite pengarah).
Steering Committee SIM
Adalah jika membentuk steering committee dengan tujuan mengarahkan penggunaan sumber daya komputasi perusahaan. Menjalankan 3 fungsi utama:
1.      Menciptakan kebijakan
2.      Melakukan pengendalian fiscal
3.      Menyelesaikan perselisihan
Kepemimpinan Proyek
Tanggungjawab akan detail pekerjaan jatuh ke tangan tim proyek. Tim Proyek meliputi semua orang yang ikut berpartisipasi dalam pengembangan sistem informasi.
Dukungan Web bagi Manajemen Proyek
Selain sistem manajemen proyek berbasis peranti lunak seperti Microsoft Project, dukungan juga dapat diperoleh dari Internet. Sebagai contoh, Logic Software, sebuah perusahaan di Toronto, menawarkan sebuah sistem manajemen proyek yang disebut EasyProject.net. Perusahaan menawarkan kursus manajemen proyek secara online sebagai bantuan bagi perusahaan untuk meningkatkan pengetahuan manajemen proyek para karyawannya.

L.     Mengestimasi Biaya Proyek
Banyak metode yang dapat digunakan untuk mengistimasi biaya dan jadwal proyek. Metode ini kurang lebih mengandalkan pada tiga komponen:
1.      Informasi mengenai sistem tertentu yang sedang dibuat dan orang yang akan melakukan pengembang.
2.      Pengembangan historis.
3.      Pengetahuan mengenai proses pengembangan peranti lunak dan alat-alat dan teknik, serta output.
Input Pengestimasian Biaya
Kebutuhan sumber daya mencantumkan sumber daya tertentu yang akan dibutuhkan dan berapa jumlahnya. Tarif sumber daya adalah biaya per unit untuk setiap jenis sumber daya. Estimasi durasi aktivitas menyebukan periode pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan aktivitas. Informasi historis terdiri atas file-file dari data proyek masa lalu, basis data pengestimasian biaya komersial dan pengetahuan tim proyek.

Alat-Alat dan Teknik Estimasi Biaya
Estimasi analogis menggunakan biaya actual proyek-proyek serupa yang telah dilakukan di masa lalu sebagai dasar untuk memproyeksikan biaya dari proyek yang sedang dipertimbangkan.
Alat-alat terkomputerisasi dapat digunakan secara terpisah atau untuk menyederhanakan alat-alat yang baru saja diuraikan (www.construx.com).
Model-model matematis dapat digunakan untuk menguantifikasi karakteristik proyek dan membuat simulasi daari berbagai macam scenario.
Output Pengestimasian Biaya
Estimasi biaya dibuat untuk seluruh sumber daya yang dibebankan ke proyek dan biasanya dinyatakan dalam unit-unit keuangan yang berlaku, seperti Dolar atau Euro.



Kredit to:
McLeod, Raymond Jr. 2012 Sistem Informasi Manajemen, Jakarta: Salemba Empat

Jumat, 12 Juni 2015

BIGBANG - Bang Bang Bang Lyric

BIGBANG - BANG BANG BANG
(Hangul & Romanization)





Hangul:
난 깨어나 까만 밤과 함께
다 들어와 담엔 누구 차례
한 치 앞도 볼 수 없는 막장 게릴라
경배하라 목청이 터지게 

찌질한 분위기를 전환해
광기를 감추지 못하게 해
남자들의 품위 여자들의 가식
이유 모를 자신감이 볼만해
난 보란 듯이 너무나도 뻔뻔히
니 몸속에 파고드는 알러지
이상한 정신의 술렁이는 천지
오늘 여기 무법지

난 불을 질러
심장을 태워
널 미치게 하고 싶어
B.I.G Yea we bang like this 모두 다 같이

총 맞은 것처럼

BANG! BANG! BANG!
BANG! BANG! BANG!
빵야 빵야 빵야
BANG! BANG! BANG!
BANG! BANG! BANG!
빵야 빵야 빵야

다 꼼짝 마라 다 꼼짝 마
다 꼼짝 마라 다 꼼짝 마
오늘 밤 끝장 보자 다 끝장 봐
오늘 밤 끝장 보자 
빵야 빵야 빵야

널 데려가 지금 이 순간에
새빨간 저 하늘이 춤출 때
돌고 돌아 너와 나 이곳은 Valhalla
찬양하라 더 울려 퍼지게

We go hard 불침번 밤새 달려 축지법
이 노래는 꼭지점 신이나 불러라 신점
큰 비명소리는 마성의 멜로디 검은 독기의 연결 고리
사방 팔방 오방 가서 푸는 고삐 whoo

난 불을 질러
네 심장을 태워
널 미치게 하고 싶어
B.I.G Yea we bang like this 모두 다 같이

총 맞은 것처럼

BANG! BANG! BANG!
BANG! BANG! BANG!
빵야 빵야 빵야
BANG! BANG! BANG!
BANG! BANG! BANG!
빵야 빵야 빵야

다 꼼짝 마라 다 꼼짝 마
다 꼼짝 마라 다 꼼짝 마
오늘 밤 끝장 보자 다 끝장 봐
오늘 밤 끝장 보자 
빵야 빵야 빵야

Ready or not
Yea we don't give a what
Ready or not
Yea we don't give a what

Let’s go 남자들은 위로
여자들은 get low
당겨라 bang bang bang
Let the bass drum go

남자들은 위로
여자들은 get low
당겨라 bang bang bang
Let the bass drum go


Romanization:
Nan kkaeeona kkaman bangwa hamkke
Da deureowa damen nugu charye
Han chi apdo bolsu eobsneun makjang gerilla
Gyeongbaegara mokcheongi teojige

Jjijilhan bunwigireul jeonhwanhae
Gwanggireul gamchuji mothage hae
Namjadeuleui pumwi yeojadeuleui gasik
Iyu moreul jasingami bolmanhae

Nan boran deusi neomunado ppeonppeonhi
Ni momsoge pagodeuneun allergy
Isanghan jeongsineui sulleongineun cheonji
Oneul yeogi mubeopji

Nan bureul jilleo
Simjangeul taewo
Neol michige hago sipeo
B.I.G Yea we bang like this modu da gati

Chong majeun geotcheoreom

BANG! BANG! BANG!
BANG! BANG! BANG!
Ppangya ppangya ppangya

BANG! BANG! BANG!
BANG! BANG! BANG!
Ppangya ppangya ppangya

Da kkomjjak mara da kkomjjak ma
Da kkomjjak mara da kkomjjak ma
Oneul bam kkeutjang boja da kkeutjang bwa
Oneul bam kkeutjang boja
Ppangya ppangya ppangya

Neol deryeoga jigeum i sungane
Seppalgan jeo haneuri chumchulttae
Dolgo dora neowa na igoseun Valhalla
Chanyanghara deo ullyeo peojige

We go hard bulchimbeon bamsae dallyeo chukjibeop
I noraeneun kkokjijeom sinina bulleora sinjeom
Keun bimyeongsorineun maseongeui mellody geomeun dokgieui yeongyeol gori
Sabang palbang obang gaseo puneun goppi whoo

Nan bureul jilleo
Simjangeul taewo
Neol michige hago sipeo
B.I.G Yea we bang like this modu da gati

Chong majeun geotcheoreom

BANG! BANG! BANG!
BANG! BANG! BANG!
Ppangya ppangya ppangya

BANG! BANG! BANG!
BANG! BANG! BANG!
Ppangya ppangya ppangya

Da kkomjjak mara da kkomjjak ma
Da kkomjjak mara da kkomjjak ma
Oneul bam kkeutjang boja da kkeutjang bwa
Oneul bam kkeutjang boja
Ppangya ppangya ppangya

Ready or not
Yea we don't give a what
Ready or not
Yea we don't give a what


Let's go namjadeureun wiro
Yeojadeureun get lo
Danggyeora bang bang bang
Let the bass drum go

Namjadeureun wiro
Yeojadeureun get low
Danggyeora bang bang bang
Let the bass drum go




Credits
Hangul Lyric: Daum Lyric
Romanization: uthyns.blogspot.com

BROSUR PRODUK

NAMA  : NURMALIA SAFITRI
NPM     : 46213694
KELAS  : 2DA01
TUGAS SOFTSKILL KEWIRAUSAHAAN

Anngota Kelompok:
Aji Prabowo
Priandita Setiyawan
Rizky Amalia

Brosur Produk
(BABY PURPLE DOUGHNUT)



Selasa, 05 Mei 2015

PROPOSAL BISNIS

NAMA    : NURMALIA SAFITRI
NPM       : 46213694
KELAS   : 2DA01
TUGAS SOFTSKILL KEWIRAUSAHAAN




PROPOSAL BISNIS


PT. BABY PURPLE
“BABY PURPLE DOUGHNUT”








DISUSUN OLEH:
Aji Prabowo (40213532)
Nurmalia Safitri (46213694)
Priandita Setiyawan (46213912)
Rizky Amalia (47213951)

Kelas:
2DA01


D3 Bisnis Kewirausahaan
Universitas Gunadarma
Tahun Ajaran 2014-2015





KATA PENGANTAR


                Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rachmat dan hidayahnya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan proposal  ini tepat pada waktunya.
Proposal yang berjudul “Baby Purple Doughnut” ini kami susun untuk menyelesaikan tugas wajib Softskill Kewirausahaan. Pada kesempatan yang baik ini, kami selaku penulis menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang dengan tulus ikhlas telah memberikan bantuan dan dorongan kepada kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami berharap, isi makalah ini dapat memberikan pengetahuan bagi pembaca. Atas segala kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan untuk kemajuan penulis pada tugas-tugas dimasa mendatang.

Depok, 02 Mei 2015


Penyusun           



DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………….
2
Daftar Isi ……………………………………………………………
3

Ringkasan Eksekutif ……………………………………………….


4
BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang …………………………………………………..
5
1.2  Visi Misi, dan Motto …………………………………………….
5
1.3  Data Perusahaan …………………………………………………
5
1.4  Biodata Pemilik Perusahaan …………………………………….
6


BAB II ANALISIS DASAR PEMASARAN

2.1 Produk yang Dihasilkan …………………………………………
8
2.2 Analisi 4P ……………………………………………………….
8
2.3 Segmentasi Pasar ………………………………………………..
8
2.4 SWOT dan TOWS ………………………………………………
9


BAB III ANALISIS PRODUK

3.1 Bahan dan Alat Pembuatan ……………………………………...
10
3.2 Proses Produksi ………………………………………………….
11

BAB IV ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA
4.1 Struktur Organisasi ……………………………………………..
4.2 Analisis Kompetensi Sumber Daya Manusia …………………...



12
12

BAB V ANALISIS KEUANGAN

5.1 Modal Usaha …………………………………………………….
13
5.2 Penentuan Biaya Produksi dan Biaya Operasional ……………...
13
5.3 Penentuan Harga Pokok Produksi ………………………………
14
5.4 Laporan Laba Rugi ……………………………………………..
15
5.5 Laporan Perubahan Modal ……………………………………..
15
5.6 Laporan Arus Kas ………………………………………………
16
5.7 Neraca …………………………………………………………..
17


RINGKASAN EKSEKUTIF

            PT. Baby Purple berdiri pada tanggal 01 Mei 2015 oleh empat mahasiswa dan mahasiswi Akuntansi Universitas Gunadarma yang berawal dari keinginan untuk menyalukan kreativitas dan inovasi.
            Kami membuat suatu produk berupa makanan ringan yaitu “Baby Purple Doughnut” dengan cita rasa yang unik dan sehat. Kami mulai menjual produk kami dengan memasarkan kepada masyarakat khususnya mahasiswa dan mahasiswi Universitas Gunadarma.
            Berawal dari tugas Softskill Kewirausahaan yang membuat kami mempraktikkan bagaimana caranya berjualan ataupun memasarkan produk dengan baik dan benar. Oleh karena itu, kami membuat Baby Purple Doughnut. Tidak hanya untuk kursus melainkan ketika mendapat dana bergulir dari Universitas Gunadarma sebesar Rp 400.000,- .
            Semoga proposal yang kami ajukan dapat mewujudkan dan mengembangkan PT. Baby Purple.
            Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.




BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Baby Purple Doughnut adalah donat yang terbuat dari bahan dasar ubi ungu dan dibuat dengan ukuran kecil sehingga disebut “Baby”. Donat juga salah satu makanan cemilan yang banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja bahkan orang dewasa juga masih banyak yang menyukai cemilan ini. Melihat banyaknya peminat dari jenis cemilan ini, kami tertarik untuk membuat inovasi dalam pembuatan donat agar lebih menarik konsumen.

1.2  Visi, Misi dan Motto
A.    Visi
Menjadi perusahan home industri yang mampu mengembangkan kreativitas dan berinovasi dalam mewujudkan produk-produk baru agar mampu bersaing di pasaran.
B.     Misi
a.       Memproduksi produk pangan yang higienis dan sehat.
b.      Memupuk jiwa muda untuk berani berinovasi.
c.       Menciptakan lapangan pekerjaan.
C.     Motto
“Rasa Unik, Harga Nikmat”

1.3  Data Perusahaan
Nama  Perusahaan
PT. BABY PURPLE DOUGHNUT
Pemilik Perusahaan               
1.               Aji Prabowo
2.               Nurmalia Safitri
3.               Priandita Setiyawan
4.               Rizky Amalia
Tanggal berdiri                       
01 Mei 2015
Jenis Usaha                             
Produksi Pangan (Home Industrie)
No.Telp                                    
087876963885
Email                                        
Tempat/Alamat Perusahaan
Jalan Akses UI, Depok

1.4  Biodata Pemilik Perusahaan
1.      Nama                                       : Aji Prabowo
Tempat, Tanggal, Lahir           : Bogor, 17 Juli 1995
Jabatan                                                : General Manager
Alamat                                                : Bojong Gede, Bogor
No.Telp                                   : 083806055244
Email                                       : ajiprabowo17@gmail.com
2.      Nama                                       : Nurmalia Safitri
Tempat, Tanggal, Lahir           : Depok, 24 Maret 1995
Jabatan                                                : CEO
Alamat                                                : Pondok Tirta Mandala H3 No.4, Depok.
No.Telp                                   : 087876963885
Email                                       : safitri.nurmalia@gmail.com
3.      Nama                                       : Priandita Setiyawan
Tempat, Tanggal, Lahir           : Bogor, 06 September 1995
Jabatan                                                : Marketing Manager
Alamat                                                : Jl. H. Salim RT03 RW10 No.151
No.Telp                                   : 08992715965
Email                                       : rian.setiyawan906@gmail.com
4.      Nama                                       : Rizky Amalia
Tempat, Tanggal, Lahir           : Jakarta, 27 Desember 1995
Jabatan                                                : Financial Manager
Alamat                                                : Jl. Kapten Tendean
No.Telp                                   : 081343215876
Email                                       : qrhy.aiueo@gmail.com





BAB II
ANALISIS DASAR PEMASARAN


2.1 Produk yang Dihasilkan
Kami memproduksi sebuah cemilan yang sehat dan bergizi, yaitu Baby Purple Doughnut atau dengan kata lain donat berwarna ungu yang terbuat dari ubi ungu.

2.2 Analisis 4P
1.      Product
“Baby Purple Doughnut”
2.      Price
Kami membandrol harga untuk 1pcs donat seharga Rp 3.500,00.
3.      Place
Universitas Gunadarma dan menitipkan barang dagangan di warung-warung yang telah kami tentukan.
4.      Promotion
Kami mempromosikannya melalui jejaring sosial dan mempromosikan secara langsung kepada konsumen.

2.3 Segmentasi Pasar
Perusahan kami menggunakan segmentasi geografi dan segmentasi demografi, karena kami memasarkan produk kami di sekitar Universitas Gunadarma dan terdapat banyak konsumen dari berbagai usia yang berpeluang untuk berminat dengan produk kami.


2.4 SWOT & TOWS





BAB III
ANALISIS PRODUK


3.1 Bahan dan Alat Pembuatan
A.    Bahan Baku Donat Ubi Ungu




B.     Alat Pembuatan:


1.      Baskom
2.      Lap Basah
3.      Mangkuk Kecil
4.      Penggorengan
5.      Plastik Segitiga
6.      Saringan Penggorengan
7.      Sarung Tangan Plastik
8.      Sendok
9.      Sodet
10.  Timbang


3.2 Proses Produksi
1.      Masukan 1 kg tepung terigu kedalam baskom.
2.      Campurkan ½ sendok makan fermipan.
3.      Masukkan 2 ½ sendok makan gula.
4.      Campurkan 2 ½ sendok mentega.
5.      Campurkan 1 butir telur.
6.      Campurkan pula 1pcs susu bubuk dancow.
7.      Tambahkan ½ sendok makan SP.
8.      Lalu aduk hingga merata.
9.      Tambahkan air secukupnya kedalam adonan tersebut.
10.  Bila sudah merata tambahkan 1 buah ubi ungu yang sudah dikukus, lalu aduk kembali hingga adonan kalis.
11.  Lalu, tutup adonan dengan lap basah dan diamkan beberapa menit hingga adonan mengembang.
12.  Setelah adonan mengembang, timbang adonan sesuai kebutuhan.
13.  Lalu, bulatkan adonan membentuk lingkaran dan lubangi tengahnya dengan jari telunjuk.
14.  Kemudian goreng dalam minyak panas dengan api sedang.
15.  Lalu setelah warna donat berubah, angkat dengan saringan penggoreng, tiriskan.
16.  Sebelum memberi toping pada donat, tunggu beberapa menit hingga donat tidak terlalu panas.
17.  Taburi  donat dengan gula halus atau hias dengan coklat dan keju parut. Donat siap dihidangkan.




BAB IV
ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA


4.1 Struktur Organisasi



4.2 Analisis Kompetensi Sumber Daya Manusia
Lulusan
Jumlah
 SD
-
SMP
-
SMA
4
D3
-
S1
-

Jabatan
Jumlah
CEO
1
General Manager
1
Financial Manager
1
Marketing Manager
1








BAB V
ANALISIS KEUANGAN


5.1 Modal Usaha
Modal Pinjaman Universitas Gunadarma                        :           Rp400.000
Modal PT. Baby Purple                                                    :           Rp  99.700 +
                                                                                                      Rp499.700

5.2 Penentuan Biaya Produksi dan Biaya Operasional





5.3 Penentuan Harga Pokok Produksi




5.4 Laporan Laba Rugi



5.5 Perubahan Modal




5.6 Laporan Arus Kas



5.7 Laporan Neraca