Jumat, 11 Maret 2016

MATERI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

TULISAN #1
Nama : Nurmalia Safitri
NPM : 46213694
Kelas : 3DA01
Analisis Laporan Keuangan #



ANALISIS LAPORAN KEUANGAN



1.      Arti Pentingnya Laporan Keuangan
Laporan keuangan sangat perlu untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Pada mulanya laporan keuangan bagi suatu perusahaan hanyalah sebagai ‘alat penguji’ dari pekerjaan bagian pembukuan, tetapi untuk selanjutnya laporan keuangan tidak hanya sebagai alat penguji saja tetapi juga sebagai dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan tersebut, dimana dengan hasil analisa tersebut pihak – pihak yang berkepentingan mengambil suatu keputusan. Jadi untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan serta hasil – hasil yang telah dicapai oleh perusahaan tersebut perlu adanya laporan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan.
Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak – pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.

2.      Sifat Laporan Keuangan
Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran atau laporan kemajuan (Progress Report) secara periodik yang dilakukan pihak management yang bersangkutan. Jadi laporan keuangan bersifat historis serta menyeluruh dan sebagai suatu progress report laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara :
a.       Fakta yang telah dicatat (recorded fact)
Laporan keuangan dibuat atas dasar fakta dari catatan akuntansi, seperti jumlah uang kas yang tersedia dalam perusahaan maupun yang disimpan di Bank, jumlah piutang, persediaan barang dagangan, hutang maupun aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Pencatatan dari pos-pos ini berdasarkan catatan historis dari peristiwa-peristiwa yang telah terjadi masa lampau, dan jumlah-jumlah uang yang tercatat dalam pos-pos itu dinyatakan dalam harga-harga pada waktu terjadinya peristiwa tersebut (at original cost).
Dengan sifat yang demikian itu maka laporan keuangan tidak dapat mencerminkan posisi keuangan dari suatu perusahaan dalam kondisi perekonomian yang paling akhir, karena segala sesuatunya sifatnya historis. Sehingga mungkin terdapat beberapa hal yang dapat membawa akibat terhadap posisi keuangan perusahaan tidak dicatat dalam pencatatan akuntansi atau tidak nampak dalam laporan keuangan, misalnya adanya pesanan yang tidak dapat dipenuhi, berbagai kontrak pembelian atau penjualan yang telah disetujui dan adanya hak-hak patent yang masih dalam pengurusan, karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dikuantifisir.
b.      Prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accounting convention and postulate)
Data yang dicatat itu didasarkan pada prosedur maupun anggapan-anggapan tertentu yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim (General Accepted Accounting Principles), hal ini dilakukan dengan tujuan memudahkan pencatatan atau untuk keseragaman.
c.       Pendapat pribadi (personal judgment)
Walaupun pencatatan transaksi telah diatur oleh konvensi-konvensi atau dalil-dalil dasar yang sudah ditetapkan yang sudah menjadi standard praktek pembukuan, namun penggunaan dari konvensi-konvensi dan dalil dasar tersebut tergantung daripada akuntan atau management perusahaan yang bersangkutan. Judgment atau pendapat ini tergantung kepada kemampuan atau integritas pembuatnya yang dikombinasikan dengan fakta yang tercatat dan kebiasaan serta dalil-dalil dasar akuntansi yang telah disetujui akan digunakan di dalam beberapa hal.

3.      Keterbatasan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan memiliki keterbasan antara lain :
a.       Laporan keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan intern report ( laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara ) dan bukan merupakan laporan final. Karena itu semua jumlah – jumlah atau hal – hal yang dilaporkan dalam laporan keuangan tidak menunjukan nilai likuidasi atau realisasi dimana dalam laporan ini terkandung pendapat pribadi yang telah dilakukan oleh Akuntan atau Manajemen yang bersangkutan.
b.      Laporan keuangan menunjukan angka dalam rupiah yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat, tetapi sebenarnya dasar penyusunannya dengan standar nilai mungkin berbeda atau berubah.
c.       Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai rupiah berbagai waktu atau tanggal yang lalu dimana daya beli uang tersebut semakin menurun, dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya sehingga kenaikan volume penjualan yang dinyatakan dalam rupiah belum tentu menunjukan unit yang terjual semakin besar, mungkin kenaikan itu disebabkan karena naiknya harga jual barang tersebut yang mungkin juga diikuti kenaikan tingkat harga – harga.
d.      Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan karena faktor – faktor tersebut tidak dapat diukur dengan satuan uang.

4.      Prinsip Akuntansi
a.       Kesatuan Usaha
·         Perusahaan dianggap sebagai kesatuan ekonomi yang terpisah dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan sumber-sumber perusahaan.
·         Ada pemisahan yang jelas antara perusahaan dengan pemilik, persero atau pemegang saham, mengenai kekayaan, hutang-piutang, penerimaan dan pengeluaran uang, antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan pribadi pemilik/pemegang saham tidak boleh bercampur.
b.      Kesinambungan
·         Suatu entitas ekonomi diasumsikan akan terus-menerus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan.
c.       Harga Pertukaran yang Obyektif
·         Transaksi keuangan harus dinyatakan dengan nilai uang. Transaksi antara penjual dan pembeli akan menghasilkan harga pertukaran, yang oleh penjual disebut harga jual dan oleh pembeli disebut harga perolehan (Cost).
·         Harga Pertukaran yang obyektif/wajar: tidak dipengaruhi oleh adanya hubungan istimewa, dapat diuji oleh pihak-pihak yang independen, tidak terdapat transfer pricing, tidak ada mark-up. Tidak ada KKN, dan sebagainya
d.      Konsisten
·         Penggunaan metode dalam pembukuan tidak boleh berubah-ubah
e.       Konservatif
·     Kemungkinan rugi (belum direalisasi, masih merupakan tafsiran) sudah diakui sebagai kerugian, dengan cara membentuk penyisihan atau cadanga. Sementara itu, kemungkinan laba yang tibul tidak diakui.

5.      Pengertian Analisis Laporan Keuangan
    Analisis laporan keuangan adalah suatu proses penelitian laporan keuangan beserta unsur-unsurnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi kondisi keuangan perusahaan atau badan usaha dan juga mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan atau badan usaha pada masa lalu dan sekarang.
     Menurut Soemarso S.R (1996), analisis laporan keuangan adalah hubungan antara suatu angka dalam laporan keuangan dengan angka yang lain yang mempunyai makna/menjelaskan arah perubahan (trend) suatu fenomena. Angka-angka dalam laporan keuangan akan sedikit artinya kalau dilihat secara sendiri-sendiri. Dengan analisis pemakaian laporan keuangan akan lebih mudah menginterprestasikannya.

6.      Tujuan Analisis Keuangan
a.       Investasi Pada Saham
Analisis resiko difokuskan pada kemampuan perusahaan melewati masa-masa sulit dan kemudian memproyeksikan kemampuan ini untuk periode-periode masa yang akan datang.
b.      Pemberian Kredit
Menilai kemampuan perusahaan untuk mengembalikan pinjaman yang diberikan beserta bunga yang berkaitan dengan pinjaman tersebut.
c.       Kesehatan Pemasok
Menganalisis profitabilias perusahaan pemasok, kondisi keuangan, kemampuan untuk menghasilkan kas untuk memenuhi operasinya sehari-harinya, dan kemampuan membayar kewajibannya pada saat jatuh tempo.
d.      Kesehatan Pelanggan
Menilai kemampuan pelanggan memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Analisis meliputi Besarnya kredit, jangka waktu kredit, jenis usaha pelanggan, besar kecilnya usaha pelanggan.
e.       Kesehatan perusahaan ditinjau dari karyawan
Memastikan apakah perusahaan yang akan dimasuki tersebut mempunyai prospek keuangan yang bagus. Faktor yang dianalisis adalah profitabilitas perusahaan, kondisi keuangan perusahaan, dan kemampuan menghasilkan kas dari perusahaan.
f.       Pemerintah
Menentukan besarnya pajak yang harus dibayarkan, menentukan tingkat keuntungan yang wajar bagi suatu industri, dan menganalisis layak tidaknya perusahaan melakukan go public.
g.      Analisis Internal
Menentukan sejauh mana perkembangan perusahaan sebagai bahan evaluasi prestasi manajemen, dan digunakan oleh manajemen sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dan perencanaan serta untuk evaluasi perubahan strategi.
h.      Analisis Pesaing
Menentukan sejauh mana kekuatan keuangan pesaing yang digunakan untuk penentuan strategi perusahaan misalnya penentuan harga, strategi merebut pangsa pasar.
i.        Penilaian kerusakan
Menentukan besarnya kerusakan yang dialami perusahaan dalam rangka untuk mengganti kerugian.

7.      Jenis-jenis Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan biasanya adalah :
a.       Neraca : laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, modal dari suatu perusahaan yang.menunjukkan posisi keuangan pada suatu saat tertentu.
Bentuk Neraca:
1)      Staffel (Report Form)
2)      Skontro (T – Account Form)

b.      Laporan laba rugi : suatu laporan yang menunjukkan pendapatan dari penjualan, berbagai biaya, dan laba yang diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu.
Bentuk laporan laba rugi:
1)      Multiple step
Penyusunan laporan laba-rugi dalam bentuk ini disusun secara bertahap mulai dari kelompok pendapatan dan beban usaha, pendapatan luar usaha dan beban luar usaha. Sampai dengan kelompok pendapatan lain-lain dan beban lain-lain. Bentuk multi step ini banyak digunakan di perusahaan dagang atau perusahaan industri.
2)      Single step
Dalam bentuk single step semua jenis pendapatan (pendapatan usaha, dan pendapatan luar usaha dan pendapatan lain-lain) disusun dan dijumlahkan dalam satu kelompok. Kemudian disisihkan dengan jumlah semua jenis beban. Selisih jumlah pendapatan dengan jumlah beban merupakan saldo (sisa) laba atau saldo (sisa) rugi. Bentuk ini banyak digunakan dalam perusahaan jasa.
c.       Laporan perubahan modal:
Laporan perubahan modal adalah suatu ikhtisar tentang perubahan modal yang terjadi selama jangka waktu tertentu (periode tertentu).
Hal-hal yang menyebabkan perubahan modal:
1)      Adanya setoran tambahan/investasi dari pemilik.
2)      Adanya laba usaha.
3)      Adanya kerugian.
4)      Pengambilan untuk keperluan pribadi.
d.      Laporan arus kas: bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai (kas) perusahaan.

8.      Tujuan Analisa Perbandingan Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil – hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan.
Dalam menganalisa dan menilai posisi keuangan dan potensi atau kemajuan perusahaan , faktor yang paling utama untuk mendapat perhatian oleh penganalisa adalah :
a.       Likuiditas adalah menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban pada saat ditagih. Kewajiban keuangan suatu perusahaan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi 2 yaitu, pertama kewajiban keuangan yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan (kreditur) disebut dengan likuiditas badan usaha, kedua kewajiban keuangan yang berhubungan dengan proses produksi (intern perusahaan) disebut dengan likuidasi perusahaan.
b.      Solvabilitas adalah menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasikan baik kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.
c.       Rentabilitas atau profitability adalah menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
d.      Stabilitas Usaha adalah menunjukan kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar beban bunga atas hutangnya dan akhirnya membayar kembali hutang – hutang tersebut tepat pada waktunya.

9.      Prosedur Analisa
Sebelum menganalisa terhadap suatu laporan keuangan, hal – hal yang perlu diperhatikan oleh penganalisa adalah:
·         Benar – benar memahami laporan keuangan tersebut.
·         Dapat menggambarkan aktivitas – aktivitas perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan tersebut.
·         Mengetahui latar belakang dari data keuangan tersebut.
·         Mempunyai kemampuan atau kebijaksanaan yang cukup dalam di dalam mengambil suatu kesimpulan.

10.  Metode dan Teknik Analisa
Analisa – analisa laporan keuangan terdiri dari penelaahan atau mempelajari daripada hubungan dan tendensi atau kecenderungan ( trend ) untuk menentukan posisi keuangan dan hasil operasi serta perkembangan perusahaan yang bersangkutan.
Metode dan teknik analisa digunakan untuk menentukan dan mengukur hubungan antara pos – pos yang ada dalam laporan, sehingga dapat diketahui perubahan – perubahan dari masing – masing pos tersebut bila diperbandingkan dengan laporan dari beberapa periode untuk satu perusahaan tertentu, atau diperbandingkan dengan alat – alat pembanding lainnya.
Tujuan dari setiap metode dan teknik analisa adalah untuk menyederhanakan data sehingga dapat lebih dimengerti.
Ada dua metode yang digunakan oleh setiap penganalisa laporan keuangan, yaitu analisa horisontal dan analisa vertikal.
a.       Analisa horisontal adalah analisa yang menggunakan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya. Metode ini disebut metode analisa dinamis.
b.      Analisa vertikal adalah apabila laporan keuangan yang dianalisa hanya meliputi satu periode atau satu saat saja, yaitu dengan memperbandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya dalam laporan keuangan tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja. Metode ini disebut metode analisa statis.

11.  Teknik dan Analisa yang biasa digunakan dalam analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut :
1.      Analisa Perbandingan Laporan Keuangan yaitu metode dan teknik analisa dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih, dengan menunjukan :
a.       Data absolut atau jumlah dalam rupiah.
b.      Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah.
c.       Kenaikan atau penurunan dalam prosentase.
d.      Perbandingan yang dinyatakan dengan ratio.
e.       Prosentase dari total
2.      Trend atau tendensi posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam prosentase adalah suatu metode atau teknik analisa untuk mengetahui tendensi daripada keadaan keuangannya, apakah menunjukkan tendensi tetap, naik atau turun.
a.       Laporan dengan prosentase per komponen yaitu metode analisa untuk mengetahui prosentase investasi pada masing–masing aktiva terhadap total aktivanya.
b.      Analisa Sumber dan Penggunaan Modal Kerja adalah suatu analisa untuk mengetahui sumber–sumber serta penggunaan modal kerja atau sebab–sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu.
c.       Analisa Sumber dan Penggunaan Kas adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab–sebab berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan uang kas selama periode tertentu.
d.      Analisa rasio adalah suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos–pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.
e.       Analisa Perubahan Laba Kotor adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab–sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tersebut.
f.       Analisa Break Even adalah suatu analisa untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak menderita kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan. Dengan analisa break even ini juga akan diketahui berbagai tingkat keuntungan atau kerugian untuk berbagai tingkat penjualan.

12.  Penggolongan Angka Rasio
Berdasarkan sumber datanya maka angka rasio dapat dibedakan antara :
a.       Rasio - rasio neraca ( balance sheet ratios ) yang tergolong dalam katagori ini adalah semua rasio yang semua datanya diambil atau bersumber pada neraca, misalnya current ratio, acid test ratio.
b.      Rasio - rasio laporan laba rugi ( income statement ratios ) yaitu angka - angka rasio yang dalam penyusunannya semua datanya diambil dari laporan laba rugi, misalnya gross profit margin, net operating ratio, dsb.
c.       Rasio - rasio anatar laporan ( interstatement ratios ) adalah semua angka rasio yang penyusunannya data berasal dari neraca dan data lainnya dari laporan laba rugi, misalnya tingkat perputaran persediaan, tingkat perputaran piutang.





Source:
elearning.gunadarma.ac.id
dexsuar.blogspot.com/2013/09/analisis-laporan-keuangan.html


Senin, 11 Januari 2016

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN - BAB 11 (SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN)

Nama : Nurmalia Safitri
NPM   : 46213694
Kelas  : 3DA01
Sistem Informasi Manajemen #
Ringkasan Materi Ke-4


BAB 11
SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Memilih Solusi yang Terbaik
Dapat tercapai dengan berbagai cara. Herry Mintzberg, seorang ahli teori manajemen mengidentifikasi 3 pendekatan:
1.      Analisis – Evaluasi atas pilihan-pilihan secara sistematis, dengan mempertimbangkan konsekuensi pilihan-pilihan tersebut pada tujuan organisasi.
2.      Penilaian – Proses pemikiran yang dilakukan oleh seorang manajer.
3.      Penawaran – Negosiasi antara beberapa manajer.

Permasalahan versus Gejala
Gejalan (Symptom) adalah kondisi yang dihasilkan masalah. Sering kali seorang manajer melihat gejala dan bukan masalah.
Seorang manajer menghadapi gejala seperti rendahnya keuntungan, maka sesuatu telah menyebabkan keuntungan menjadi rendah. Masalahnya adalah penyebab dari keuntungan yang rendah. Bahkan, kita dapat memandang suatu masalah sebagai penyebab permasalahan atau penyebab kesempatan.

Struktur Permasalahan
Model matematika yang disebut Formula EOQ (Economic Order Quantity) dapat membantu bagaimana masalah tersebut harus diselesaikan. Masalah seperti ini disebut masalah terstruktur, karena terdiri atas unsur dan hubungan antara berbagai elemen yang semuanya dipahami oleh orang yang memecahkan masalah. Masalah yang tidak terstruktur adalah masalah yang tidak memiliki elemen atau hubungan antarelemen yang dipahami oleh orang memecahkan masalah. Kebanyakan masalah adalah permasalahan di mana manajer memilik pemahaman yang kurang sempurna akan berbagai elemen dan hubungan di antaranya. Masalah semiterstruktur adalah masalah yang terdiri atas beberapa elemen atau hubungan yang dipahami oleh si pemecah masalah dan beberapa yang tidak dapat dipahami.
Beberapa elemen seperti harga tanah, pajak, dan biaya-biaya untuk mengirimkan bahan baku, dapat diukur dengan tingkat ketepatan yang tinggi. Tetapi elemen-elemen lain, seperti bahaya dari lingkungan dan perilaku masyarakat sekitar, sulit untuk diidentifikasi dan diukur.

Jenis Keputusan
Herbert A. Simon juga menemukan metode untuk mengklasifikasikan keputusan. Ia percaya bahwa keputusan terletak pada suatu kontinum, dengan keputusan terprogram pada satu sisi dan keputusan yang tidak terprogram di sisi lain. Keputusan terprogram bersifat “repetitif dan rutin, dalam hal prosedur tertentu digunakan untuk menanganinya sehingga keputusan tersebut tidak perlu dianggap de novo (baru) setiap kali terjadinya”. Keputusan tidak terprogram bersifat “baru, tidak  terstruktur dan penuh konsekuensi. Tidak terdapat metode yang pasti untuk menangani masalah seperti ini karena belum pernah ada sebelumnya, atau karena sifat dan strukturnya sulit dijelaskan dan kompleks, atau karena masalah tersebut demikian penting sehingga memerlukan penanganan khusus.”

SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pendekatan SIM amatlah luas, dan berusaha untuk memberikan informasi kepada semua manajer di perusahaan untuk digunakan dalam penyelesaian semua permasalahan.
Dua profesor MIT, G. Anthony Gorry dan Michael S. Scott-Morton, percaya bahwa sistem informasi yang berfokus pada masalah tertentu yang  ditemui manajer tertentu akan memberikan dukungan yang lebih baik.
Istilah sistem keputusan terstruktur digunakan untuk mendeskripsikan sistem-sistem yang mampu menyelesaikan masalah yang terindentifikasi. Masalah-masalah di bawah garis menyulitkan pemrosesan komputer, dan Gorry dan Scott-Morton menggunakan istilah sistem pendukung pengambilan keputusan (DSS – Decision Support System) untuk menggambarkan sistem yang dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan.
Istilah DSS tetap digunakan untuk mendeskripsikan sistem yang  didesain untuk membantu manajer memecahkan masala tertentu. Ide dasarnya adalah agar manajer dan komputer dapat bekerja sama untuk memecahkan masalah tersebut. Jenis masalah yang dapat diselesaikan adalah masalah yang semiterstruktur. Komputer dapat menyelesaikan bagian yang terstruktur, dan manajer dapat menyelesaikan bagian yang tidak terstruktur. Sejak 1971, DSS telah menjadi jenis sistem informasi yang paling sukses dan kini menjadi aplikasi komputer untuk pemecahan masalah yang paling produktif.

Model DSS
Ketika DSS untuk pertama kalinya dirancang, model ini menghasilkan laporan khusus dan berkala serta output dari model matematika. Laporan khusus ini berisikan respons terhadap permintaan ke basis data. Setelah DSS diterapkan dengan baik, kemampuan memungkinkan para pemecah masalah untuk bekerja sama dalam kelompok ditambahkan ke dalam model tersebut. Penambahan peranti lunak groupware memungkinkan sistem tersebut untuk berfungsi sebagai sistem pendukung pengambilan keputusan kelompok. Yang terbaru, kemampuan kecerdasan buatan juga telah ditambahkan beserta kemampuan untuk terlibat dalam OLAP.


PEMODELAN MATEMATIKA
Model adalah abstraksi dari sesuatu dan mewakili suatu objek atau aktivitas, yang disebut Entitas. Manajer menggunakan model untuk mewakili permasalahan yang harus diselesaikan. Objek atau aktivitas yang menyebabkan masalah disebut dengan entitasnya.

JENIS MODEL
Terdapat 4 jenis model:
1.      Model Fisik – merupakan gambaran 3 dimensi entitasnya. Dibuat untuk mencapai tujuan yang tidak dapat dipenuhi oleh benda sesungguhnya.
2.      Model Naratif – menggambarkan entitas dengan kata-kata yang terucap atau tertulis.
3.      Model Grafis – menggambarkan entitasnya dengan abstraksi garis, symbol atau bentuk. Model grafis juga digunakan dalam desain sistem informasi. Kebanyakan perangkat yang digunakan oleh pengembang sistem bersifat grafis.
4.      Model Matematis – digunakan manajer bisnis sama kompleksnya dengan yang digunakan untuk menghitung EOQ >> EOQ -  

Penggunaan Model
Keempat jenis model memberikan pemahaman dan memfasilitasi komunikasi. Selain itu model matematis memiliki kemampuan prediktif.
Memberikan Pengertian – Model biasanya lebih sederhana dibandingkan entitasnya .
Memfasilitasi Komunikasi – Keempat jenis model dapat mengkomunikasikan informasi secara akurat dan cepat kepada orang-orang yang memahami makna bentuk, kata-kata, grafis dan matematis.
Memprediksi Masa Depan – Ketepatan yang ditunjukkan model matematis untuk mewakili entitasnya merupakan kemampuan yang tidak terdapat pada model lain.

Kelas Model Matematis
Diklasifikasikan ke dalam 3 dimensi : Pengaruh Waktu, Tingkat Keyakinan, dan Kemampuan untuk Mencapai Optimisasi.
1.      Model Statis atau Dinamis
Model Statis – tidak melibatkan waktu sebagai salah satu variabel (berkenaan dengan situasi pada waktu tertentu).
Model Dinamis – Melibatkan waktu sebagai salah satu variabel, menggambarkan perilaku entitas seiring dengan waktu, seperti gambar bergerak atau film.
2.      Model Probabilitas atau Deterministik
Probabilitas adalah kesempatan bahwa sesuatu akan terjadi. Model yang melibatkan probabilitas disebut model probabilitas. Jika tidak, maka disebut model deterministik.
3.      Model Optimisasi atau Suboptimisasi
Model Optimisasi adalah model yang memilih solusi terbaik dari berbagai alternatif yang ditampilkan. Agar suatu model dapat melakukan ini, masalah tersebut harus terstrukur dengan amat baik.
Model Suboptimisasi, yang sering kali disebut model pemuas, memungkinkan seorang manajer untuk memasukkan seperangkat keputusan. Setelah langkah ini diselesaikan, model tersebut akan memproyeksikan hasil. Model ini tidak mengidentifikasi keputusan yang akan memberikan hasil yang  terbaik, namun membiarkan manajer melakukan tugas ini.
Setiap model dapat diklasifikasikan berdasarkan 3 dimensi ini. Sebagai contoh, formula EOQ merupakan model statis, deterministik dan optimisasi.

Simulasi
Tindakan menggunakan model disebut dengan simulasi.
Teknik Simulasi
Penting juga untuk menjalankan model suboptimisasi berulang kali, guna mencari kombinasi variabel keputusan yang menghasilkan hasil yang memuaskan. Proses pengulangan untuk mencoba beragam alternatif keputusan ini disebut permainan bagaimana jika (What-if game).

Kelebihan dan Kelemahan Pemodelan
·         Kelebihan
1.      Proses pemodelan dapat menjadi pengalaman belajar.
2.      Kecepatan proses simulasi memungkinkan sejumlah besar alternatif dapat dipertimbangkan dengan cara memberikan kemampuan untuk mengevaluasi dampak keputusan dalam waktu singkat.
3.      Model memberikan kemampuan prediksi.
4.      Model tidak semahal upaya uji coba.
·         Kelemahan
1.      Kesulitan untuk membuat model sistem bisnis akan menghasilkan model yang tidak mencakup semua pengaruh terhadap entitas.
2.      Kemampuan matematis tingkat tinggi dibutuhkan untuk merancang model yang lebih kompleks.
PEMODELAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA ELEKTRONIK
Model matematika deprogram dalam bahasa pemrograman teknis seperti Fortran atau APL, yang berada di luar kompetensi para pemecah masalah yang  tidak memiliki latar belakang komputer. Ketika Spreadsheet hadir, tampak jelas bahwa teknlogi ini akan menjadi alat yang baik untuk membuat model matematika.

Kapabilitas Pemodelan Statis
Baris dan kolom dari lembar kerja elekttronik membuatnya ideal untuk
digunakan dalam model statis.

Kapabilitas Pemodelan Dinamis
Lembar kerja sangat sesuai untuk diganakan sebagai model dinamis. Kolom-kolom yang tersedia amat sesuai untuk periode waktu.

Memainkan Permainan “Bagaimana Jika”
Lembar kerja ini juga berguna untuk memainkan permainan “bagaimana jika”, di mana pemecah masalah memanipulasi satu atau lebih variabel untuk melihat dampak dari hasil simulasi.

Antarmuka Model Lembar Kerja
Ketika menggunakan lembar kerja sebagai model matematika, pengguna dapat memasukkan data atau membuat perubahan secara langsung pada sel-sel lembar kerja atau dapat menggunakan antarmuka pengguna grafis.
Antarmuka dapat dipersiapkan dengan bahasa pemrograman Visual Basic dan kemungkinan besar membutuhkan keahlian seorang spesialis informasi.

KECERDASAN BUATAN
Kecerdasan Buatan (artificial intelligence – AI) adalah aktivitas penyediaan mesin komputer dengan kemampuan untuk menampilkan perilaku yang akan dianggap sama cerdasnya dengan jika kemampuan tersebut ditampilkan oleh manusia.

Sejarah AI
Tahun 1956, istilah kecerdasan buatan pertama kali dibuat oleh John McCarthy sebagai tema suatu konferensi yang dilaksanakan di Dartmouth College. Pada tahun yang sama, program komputer AI pertama yang disebut Logic Theorist yang berkemampuan terbatas untuk berpikir (membuktikan teorema-teorema khusus) diumumkan dan akhirnya mendorong para ilmuwan untuk merancang program lain yang disebut General Problem Solver (GPS) yang ditujukan untuk digunakan dalam memecahkan segala macam masalah.

Wilayah AI
1.      Sistem Pakar – program komputer yang berusaha untuk mewakili pengetahuan keahlian manusia dalam bentuk heuristik (aturan yang menjadi patokan atau aturan untuk menebak dengan baik.
2.      Jaringan Saraf Tiruan – Mampu menemukan dan membedakan pola, sehingga membuatnya amat berguna dalam bisnis di wilayah pengenalan suara dan pengenalan karakter optis.
3.      Algoritme Genetik – menerapkan proses “yang terkuat yang selamat” untuk memungkinkan para pemecah masalah agar menghasilkan solusi masalah yang semakin lebih baik.
4.      Agen Cerdas – digunakan untuk melakukan tugas yang berkaitan dengan komputer yang berulang-ulang.

Daya Tarik Sistem Pakar
Pertama, sistem pakar memberikan kesempatan untuk membuat keputusan yang melebihi kemampuan seorang manajer. Kedua, dapat menjelaskan alasannya hingga menuju ke suatu keputusan.

SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELOMPOK
KONSEP GDSS
Sistem pendukung pengambilan keputusan kelompok (GDSS) adalah “sistem berbasis komputer yang membantu sekelompok orang melakukan tugas (atau mencapai tujuan) yang sama dan memberikan antarmuka untuk digunakan bersama.” Istilah ini antara lain sistem pendukung kelompok (GSS), kerja sama berbantuan komputer (CSCW), dukungan kerja kolaborasi terkomputersasi, dan sistem pertemuan elektronik (EMS). Peranti lunak yang digunakan dalam situasi-situasi ini diberi nama groupware.

MELETAKKAN DSS PADA TEMPATNYA

Konsep ini telah bekerja dengan amat baik sehingga para pengembang terus memikirkan fitur-fitur baru untuk ditambahkan. Ketika kecerdasan buatan ditambahkan, fitur ini benar-benar mengubah karakter DSS. Kecerdasan buatan memungkinkan DSS untuk memberikan tingkat dukungan keputusan yang semula tidak dibayangkan oleh para visioner DSS dan kapabilitas DSS kini sudah terbukti. Bahkan, saat ini lebih banyak aplikasi GDSS dibandingkan aplikasi DSS. Mengenai OLAP, konsep ini memang baru, namun akan menarik untuk melihat kemampuannya di masa yang akan datang.